Profil

Posting Anggota

Informasi

0

Pertanyaan

0

Berbagi

0

Analisa

0
[b]Trader's Battlefield[/b]
[b]Dikutip dari thread Mr.Samibegood[/b]

[b]Part 1[/b]

[b]Memahami Kenyataan[/b]
Saya mencoba untuk menulis pada thread ini, sesuatu yang mungkin saja sudah anda tahu, baca, atau pernah dengar tentang dunia FX. Namun saya akan mengulasnya dari perspektif berbeda agar anda mendapat informasi berimbang tentang dunia finansial khusunya trading FX. Thread ini merupakan komplementer dari thread Analisa Supply dan Demand yang telah mulai saya bahas pada forum ini.
Telah lama saya melihat bahwa masih banyak miskonsepsi tentang FX, yang tercermin pada pertanyaan atau komentar para trader. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa semakin sedikit yang anda tahu tentang dunia FX yang sebenarnya, semakin baik bagi pelaku industri ini. Semoga thread ini dapat melengkapi pemahaman kita tentang dunia FX. Materi yang akan disampailan berasal dari beberapa majalah keuangan seperti Barron's, Traders Magazine, Euromoney, Report BIS, literatur dari The Fed of NY, serta beberapa buku trading yang saya pikir cukup representatif.
Forex trading telah menjadi magnet bagi para investor dan spekulator di seluruh penjuru dunia. Sudah banyak buku dan literatur yang membahas tentang dunia FX, baik berupa pengenalan dasar, analisa, dan trading system. Kebanyakan dari buku-buku ini ditulis oleh orang-orang yang memang berkompeten dalam bidangnya, namun sayangnya mereka bukanlah pelaku yang terlibat langsung dalam day-to-day FX operational. Boleh dibilang kebanyakan narasumber adalah outsider, sedikit sekali yang memang merupakan insider. Memang kita mengalami kesulitan dalam memilah who's insider or outsider ini, hampir semuanya mengaku expert atau guru.
Salah satu miskonsepsi yang terbesar adalah bahwa FX ini merupakan bisnis yang elegan, padahal faktanya trading FX tidak lebih dari "rumah jagal" dimana pembantaian terjadi setiap hari terutama bagi para pemula yang dicincang tiap hari. Volume trading FX yang luar biasa besarnya, dimana setiap hari yang menang dan kalah hanya dilihat dari P/L, menyebabkan bermunculannya literatur-literatur yang yang terkadang menyesatkan malah sering menipu, yang memberi janji surga bahwa trading itu "mudah". Jika memang sedemikian mudahnya trading FX ini, tentu kecil kemungkinan investor sekaliber Warren Buffet mengalami kerugian sebesar $850 juta, atau spekulator kakap George "King" Soros yang rugi $600 juta sebanyak dua kali pada tahun 1994. Apa mereka tidak membaca buku-buku trading FX? Jika legenda macam ini sampai mengalami kerugian hingga milliaran juta dollar, apa yang membuat kita menganggap bahwa FX itu mudah? Retail trader mungkin merasa ada "missing link" antara pengalaman trading sehari-hari dengan apa yang ditulis oleh akademisi dengan sedikit pengalaman trading atau yang ditulis para scammer. Kita tahu bahwa FX market sekarang ini telah menjangkau hampir tiap lapisan masyarakat dengan harapan besar untuk dapat menjadi kendaaran menuju kekayaan. Namun ada yang dilupakan terutama oleh pemula, bahwasanya mereka sebetulnya sedang menginjakan kaki ke medan tempur. Dimana telah bergelimpangan sebelumnya sisa-sisa account trader beserta "sistem trading" yang genius.
Banyak disebut bahwa 90% trader tidak bertahan lama, tapi hal ini tidak akan anda temui dalam publisitas broker FX. Untuk dapat meraih profit, retail trader harus menyadari bahwa secara fundamental pasar ini dibangun oleh profesional dan bagi profesional, baik dari sisi konvensi maupun prosedur yang berlaku. Dalam pasar dimana pengaruh retail dapat disebut kecil (walaupun terus tumbuh), harapan sukses banyak orang dapat padam ditengah jalan. Broker FX retail yang kian menjamur, akan mengerahkan segenap upaya agar anda mempercayai bahwa trading mata uang (currency) adalah bentuk investasi finansial kelas tinggi. Padahal realitanya, kombinasi cara trading kebanyakan orang dan praktek bisnis yang kotor, membuat trading spot FX lebih mirip seperti kasino di Las Vegas daripada yang terlihat di Wall Street. Tidak heran jika akhirnya banyak kalangan yang menentang kegiatan trading FX ini. Dan banyak pula dari anda yang mendapat resistensi baik dari keluarga maupun orang-orang terdekat. Karena bagi mereka, aspek gambling terlihat begitu mencolok.
Generasi baru broker FX online bisa disebut fotocopy dari atribut yang melekat pada kasino-kasino Vegas, yakni peluang menang terbesar ada pada broker. Termasuk dalam hal ini:
1. "The house" selalu memiliki keuntungan (spread)
2. "The house" menjejali dan secara aktif mempromosikan ketamakan (dengan memberikan trading signal, leverage yang berlebihan, platform trading yang keren padahal mirip slot machines)
3. "The house" mengadopsi berbagai macam teknik yang penuh kecurangan termasuk cheating dan membatasi winning players.
Kesemua hal diatas adalah untuk memastikan bahwa "house" (broker) dalam jangka panjang selalu berada selangkah di depan trader dan memetik keuntungan (money) dari semua basis klien-nya.

[b]Dealer's In Da House[/b]
Sebenarnya banyak trader retail yang memiliki trading sistem yang mumpuni, tapi masih saja mencetak banyak kerugian. Mereka melihat peluang profit, namun tidak mampu memetiknya. Rasanya seperti ada yang tidak nyambung....tapi apa? Meskipun sudah mempelajari chart berjam-jam, melakukan berbagai analisa, mempelajari formasi candle, dan melihat historical price, sangat jarang dari kita meluangkan waktu untuk konsentrasi pada pembunuh nomor satu yakni dealer forex. Karakter bayangan yang mengincar spekulan kecil, adalah mahluk yang memiliki andil besar mengubah winning trade menjadi losing trades dalam sekejap.
Baik kasino ataupun broker, memiliki orang-orang dengan kemampuan yang dapat mengubah peluang secara agresif berpindah tangan. Mereka khususnya bertugas menghentikan laju kemenangan pemain dengan profit banyak atau konsisten. Tindakan langsung dan memang disengaja ini dapat menghacurkan trading sistem yang paling canggih sekalipun. Sering tidak anda melihat harga menyentuh stop, sebelum berbalik lagi dan meninggalkan stop tersebut sebaga hi/lo hari itu? Bad luck? mungkin saja, tapi bagaimana jika hal ini terjadi lebih dari satu kali? Pernah merasa bahwa seakan-akan market "sengaja mengincar" anda? hehehe...pada zero sum game ini jawabnya adalah iya. Suka atau tidak suka, market ini memang tidak fair bagi klien kecil, nanti kita bahas lebih lanjut.
Dealer adalah lawan tangguh dari trader retail, karena tindakan mereka berdasarkan informasi yang lebih baik. Meskipun sulit, bukan berarti bahwa kita tidak memiliki peluang sama sekali. Bagaimanapun juga tindakan para dealer ini sebenarnya dapat diprediksi dan dideteksi. Kita tahu apa yang mereka kejar (your money) dan kita dapat memperkirakan cara mereka mengejarnya (running stops, price shading, fading moves, dll); yang kita perlukan adalah cara mengeksploitasi aksi-aksi mereka ini. Ada beberapa cara untuk membantu anda dalam identifikasi, menghindari jebakan, dan melakukan serangan balik. Teknik-teknik ini, umumnya dilakukan oleh hegde fund dan CTA (Commodity Trading Advisor) dalam mengeksploitasi lubang yang ditinggalkan dealer, dapat juga kita aplikasikan dalam kegiatan trading sehari-hari. Jangan salah, banyak uang yang dapat diperoleh dalam trading FX ini. Menghindari jebakan yang disebar para dealer adalah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja P/L, namun bukan satu-satunya cara.

[b]Market[/b]
Kita mengetahui bahwa pasar itu efisien, tapi tidak sempurna. Titik dimana buyer dan seller sepakat tidak selalu mencerminkan "ekuilibrium". Semakin banyaknya hedge fund yang lapar arbitrase dapat dijadikan indikator ketidak sempurnaan ini. Karena harga adalah ciptaan manusia yang mencerminkan bias realita ekonomi, market dapat saja berada dalam kondisi disekuilibrium untuk periode waktu yang cukup lama. Orang-orang yang bekerja day-to-day di market (trader, dealer, pit trader) menyadari bahwa, at least short run, market dapat dimanipulasi dan menjadi sangat irrasional. Faktor psikologi (fear, greed, hope) dapat menjungkar balikan realita ekonomi fundamental. Dan kita bisa yakini bahwa sepanjang ada faktor keterlibatan manusia dalam pasar keuangan, maka pola perilaku yang menyimpang akan selalu muncul. Logika kadang disingkirkan, sementara fear/greed/hope dikedepankan. Karena pada akhirnya, uang atau bonus adalah yang menjadi target utama trader/money manager.
Trader yang mengabaikan pola perilaku ini dapat mengalami kesulitan saat berhadapan dengan pasar yang bergejolak dan emosional. Salah satu ungkapan terkenal yang mencerminkan kondisi ini adalah: "The market can stay irrational longer than you can stay solvent". Dan pasar keuangan memiliki kuburan yang dihuni oleh trader yang terkapar oleh 1% pergerakan irrasional. Salah satu contohnya adalah legenda Hegde Fund, Julian Robertson. Pada tahun 1990-an saat market yang irrasional karena demam teknologi terus menanjak naik (tech buble), Robertson (secara rasional) melakukan fading moves (posisi berlawanan dengan arah pasar). Yang terjadi kemudian adalah ia mengalami kerugian luar biasa, dana sebesar $22 billion menjadi $6 billion hanya dalam satu malam. Kata-kata perpisahannya menggambarkan secara pas tentang kondisi ini: "The key to Tiger's success over the years has been a steady commitment to buying the best stocks and shorting the worst. In a rational environment, this strategy functions well. But in an irrational market, where earnings and price considerations take a back seat to mouse clicks and momentum, such logic as we have learned, does not count for much."
Dalam perspektif trader, ini berarti bahwa market always right. Kadang hal ini membuat kita bertanya-tanya: siapa yang rasional dan siapa yang tidak rasional? Market hanya sekedar pasar yang dibutuhkan volatilitasnya, karena disanalah kunci trader untuk mendapatkan profit. Sepanjang orang masih melakukan jual beli, short term spekulator akan beraksi karena mereka tahu bahwa uang dapat diperoleh pada kedua sisi dagang ini. Bear makes money, Bull makes money, Pig gets slaughtered. Yang dipedulikan hanyalah cara memaksimalkan profit dengan mengantisipasi gerak harga berikutnya. Disinilah kita melihat mengapa akademisi serasa tidak nyambung atau jauh dari realita, karena mereka terpisah dari trading floor of the world.

[b]To Be Continue....[/b]