Tips & Trik

Kurangi Risiko Dengan Money Management

Kurangi Risiko Trading Dengan Money Management

Hadapkan dua trader pemula dengan posisi trading saling berlawanan lalu lengkapi mereka dengan sinyal trading berprobabilitas tinggi. Kemungkinan besar keduanya akan mengalami kerugian. Berikutnya, tandingkan dua trader profesional dengan posisi trading berlawanan pula, alhasil keduanya berpeluang tinggi menghasilkan profit meskipun mengambil arah posisi berbeda. Bagaimana bisa, apa yang membedakan peluang trading trader pemula dengan trader profesional?

Menurut Boris Schlossberg, jawabannya adalah money management (MM). Dia mengatakan bahwa berkarir dalam forex membutuhkan manajemen risiko trading agar satu keputusan trading tidak meluluhlantakkan seluruh keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Bayangkan bila Anda telah berhasil mengumpulkan sekian poin profit dalam satu tahun, tetapi karena keserakahan atau kecerobohan akhirnya tumpukan profit tersebut lenyap hanya karena satu posisi rugi besar.

Bagaimana Cara Disiplin Money Management?

Money management memiliki manfaat utama untuk menghindarkan Anda dari satu posisi dengan kerugian terlalu besar. Andaikan saja seperti fungsi rem pada kendaraan bermotor.

Langkah pertama untuk disiplin money management adalah melalui teknik meletakkan Stop Loss. Day-trader dan trend-follower Larry Hite dalam buku "Market Wizards" (1989) menyebutkan, "jangan pernah pasang posisi dengan risiko lebih dari 1% total ekuitas. Dengan hanya mempertaruhkan 1%, saya tenang-tenang saja dalam mengambil setiap posisi." Risiko trading hanya sebesar 1% per posisi memungkinkan trader untuk "salah" posisi 20 kali secara beruntun, tetapi masih menyisakan ekuitas 80% dalam akunnya.

Berikutnya, gunakan rasio risk:reward 2R untuk mengurangi risiko trading per pembukaan posisi. Tujuannya, meskipun Win Rate di bawah 60%, trader masih bisa mengantongi keuntungan.
Contoh kasus:
Dengan 2R, katakanlah setiap posisi hanya memiliki peluang 40% untuk profit. Misal trader memasang posisi secara konsisten selama 10 kali trading dengan SL 20 poin dan TP 40 poin (2R, Reward atau TP 2x lebih besar dari resiko/SL).
Perhitungannya:
Total TP = 0.4*400 = 160
Total SL = 0.6*200 = 120
Profit: Total TP - Total SL = 40 poin
Anggap saja spread tiap posisi adalah 0.5, maka dari 10x trading keuntungan total Anda adalah 35 pip (termasuk biaya spread).
Rasio 2R bukanlah patokan final, rasio tersebut masih bisa diubah-ubah bergantung dari frekuensi pembukaan posisi dan win rate dari sistim trading. Intinya usahakan agar keuntungan selalu lebih besar dari potensi risiko trading (kerugian).

3 Macam Teknik Peletakan Stop Loss Berdasarkan Money Management

Setelah mengetahui seberapa pentingnya money management dalam melanggengkan karir trading, selanjutnya Anda dapat belajar mengenai 3 macam teknik meletakkan SL untuk mengurangi risiko trading.

1. Equity Stop:
Dengan teknik ini Anda hanya perlu memperhitungkan seberapa banyak ekuitas (deposit akun) akan diperhitungkan sebagai batas resiko trading setiap membuka posisi. Umumnya trader akan membatasi resiko trading 1%-3% dari total ekuitas. Misalnya jika trader memiliki ekuitas USD 1,000 maka stop loss akan diletakkan sebanyak 10-30 pip pada akun mini-lot (di mana 1 pip-nya bernilai USD 1).

2. Chart Stop:
Teknik chart stop memperhitungkan peletakan stop menurut sinyal dari indikator teknikal. Misalnya pada gambar berikut:

Pada gambar di atas stop loss diletakkan di bawah harga Low candlestick pola morning star untuk mengantisipasi sinyal buy. Teknik chart stop juga dapat dikombinasikan dengan equity stop. Misalnya equity stop Anda bernilai USD 30 dan chart stop anda sebesar 20 pip, ubah lot menjadi 1.5 lot pada akun mini-lot sehingga 1 pipnya bernilai 1.5 pip.

3. Margin stop:
Teknik margin stop hanya direkomendasikan bagi trader dengan pengalaman trading tinggi dan modal besar. Pada dasarnya, trader akan memecah modal hingga 1/10 dari jumlah awal, lalu pecahan tersebut akan ditradingkan ke broker dengan margin stop sebagai stop loss. Misalnya modal awal adalah USD 10,000, maka trader akan mentradingkan 10% atau USD 1,000 ke broker, sedangkan sisanya disimpan di bank.

Umumnya broker mampu memberikan leverage sampai 1:100, maka Anda bisa mentradingkan USD 1,000 tadi dengan ketahanan modal hingga 100 pip jika membatasi lot hanya 0.5/posisi. Jika Anda menggunakan lot penuh maka 1 poin pergerakan melawan posisi akan langsung memicu margin stop/margin call (karena broker membutuhkan min. USD 1,000 sebagai margin), sedangkan jika lot sebesar 0.5 broker hanya akan membutuhkan margin sebesar USD 500, sehingga sisanya atau USD 500 mewakili batas margin stop sebesar 100 pip (di mana setiap pip bernilai USD 5 dengan lot 0.5)

Oleh karena itulah, teknik margin stop hanya disarankan untuk trader bermodal besar. Kelebihannya, dengan teknik margin stop trader tidak perlu lagi memasang SL manual. Dengan contoh di atas, trader dapat melakukan swing trading tanpa SL manual dengan batas floating minus sampai 100 pip.


0 156

    GABUNG SEKARANG !

    5 Anggota Terbaru

    Tips & Trik Lainnya

    • Semua Tips & Trik