Analisa

Analisa WTI dari ACY 12 April 2018

[center][b]Breakout Pada WTI Bisa Picu Kenaikan Lebih Tinggi[/b][/center]

Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Mei melesat naik USD1.16 ke penutupan pada USD66.694 per barel di New York Mercantile Exchange, mencapai level tertinggi tiga tahun akibat risiko geopolitik yang mengguncang pasar minyak. Ini merupakan peristiwa langka ketika pergerakan pasar minyak mentah dan pasar saham menuju ke arah perbeda.

Investor memperhatikan risiko-risiko geopolitik yang telah mendorong harga minyak ke rekor tertinggi sejak 2014. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, menggagalkan serangan misil ke ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa misil AS akan segera menyerang Suriah. Ketegangan ini bahkan membuat hubungan AS-Rusia merosot hingga titik beku.

Harga minyak mentah ditutup dekat level tinggi 15 Januari pada 66.693, setelah harga intraday naik hingga 67.4 tetapi kemudian menurun. Harga pembukaan hari ini lebih tinggi dibanding harga penutupan sebelumnya, sehingga mengindikasikan performa kuat dan ekspektasi tinggi di kalangan investor.

WTI diperdagangkan sedikit meningkat pada USD66.80 per barel pada pukul 12:00 PM di Sudney. Pergerakannya sudah menembus resisten penting yang bertempat pada level tinggi tanggal 15 Januari, sebagaimana nampak pada grafik yang digambarkan oleh ACY berikut ini.

[center][b]Grafik WTICOUSD Daily[/b]

[img]https://i.gyazo.com/b037d4cc544b6c220b0df908202cf05f.png[/img] [/center]

Harga minyak cenderung menjaga momentum kenaikan, tetapi akan menghadapi resisten dalam perjalanannya ke atas. Resisten ini merujuk pada batas atas Uptrend Price Channel yang telah terbentuk sejak pertengahan Februari. Namun, menurut ACY, bila WTI mampu breakout dari Channel ini, maka dapat menghantarkan pada kenaikan yang lebih tajam di masa depan.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229

0 76

    GABUNG SEKARANG !

    5 Anggota Terbaru

    Analisa Lainnya