Analisa

USD Melonjak terhadap Yen di Sesi Asia

Mata uang dolar AS sedikit menguat di pasar Asia dibandingkan dengan yen hari ini karena fokus pasar pada laporan data ekonomi yang akan dirilis di Australia dan China. Selain itu, pasar juga berfokus pada kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Reserve Bank of Australia (RBA), analis menetapkan target suku bunga sebesar 1,50%. China diperkirakan akan melaporkan target cadangan uang FX pada Oktober yang diperkirakan akan mencapai $ 3,107 triliun.

USD / JPY diperdagangkan di 113,91 yang menguat sebesar 0,12%. Sementara AUD / USD diperdagangkan pada 0,7688, ia mencatat penurunan sebesar 0,05%. GBP / USD mengalami penurunan sebesar 0,04% menjadi 1.3166 pada pukul 10.30.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang lainnya menguat pada awal pembukaan pasar Asia pada level 94,70 pada tingkat 0,08% pada pukul 10.30.

Mata uang dolar AS menyusut semalam di atas mata uang utama menyusul ketegangan politik di Timur Tengah sehingga permintaan safe haven lebih menarik. Selain itu laporan bahwa Presiden New York Federal Reserve William Dudley menyatakan bahwa ia akan pensiun lebih awal.

Dolar AS menyusut terhadap mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss karena ketidakpastian politik di Timur Tengah ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi menangkap beberapa orang berprofil tinggi di bawah tindakan anti-korupsi.

Selain itu, masalah pensiun William Dudley konon bersiap untuk pensiun dini di pertengahan tahun 2018.

Menurut analis, surplus mata uang dolar AS hanya sementara berdasarkan laporan positif pekan lalu.

0 43

    GABUNG SEKARANG !

    5 Anggota Terbaru

    Analisa Lainnya

    • Semua Analisa